The Legend of Kelimutu Lake
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Pada umumnya sebuah danau adalah sebuah cekungan yang berisi air tawar yang menyerupai sebuah empang besar. Di Pulau Flores tepatnya di Kabupaten Ende terdapat tiga buah danau yang sangat eksotis yang menyimpan sejuta misteri karena keindahan tiga warnanya yang sering berubah-ubah. Danau ini berada ± 100km dari kota Maumere dan ± 50km dari kota Ende. Pada satu saat danau ini berwarna hijau,merah dan putih. Tapi di lain waktu bisa berwarna hijau,coklat dan hitam atau hijau coklat dan putih. Pada saat saya mengambil gambar ini, danau tersebut sedang berwarna hijau, coklat tua dan hitam. Konon, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, arwah para warga yang tinggal di sekitar danau apabila meninggal dunia maka akan masuk ke dalam danau tersebut. Warna danau yang berubah-ubah konon juga diyakini tergantung amal kebaikan dari arwah orang yang telah meninggal dan menjadi penghuni danau. Ada satu keanehan memang di sana, yaitu kita tidak akan bisa melempar batu atau kerikil ke dalam danau. Sekuat apa pun kita melempar, batu tidak akan bisa jatuh ke tengan danau. Sekuat-kuatnya kita melempar batu atau kerikil paling-paling akan jatuh di bibir danau atau bahkan batu seperti hilang dan jatuh entah di mana. Secara logika, danau berada di dalam semacam kawah yang secara geografis letaknya sangat curam dari pinggir atas tempat para pengunjung bisa melihat. Dimana apabila kita akan melihat danau maka kita harus memandang ke bawah. Jadi sebenarnya danau berada pada tempat yang dekat dari kita berada namun letaknya berada di bawah tebing yang sangat curam. Jadi danau ini bukanlah berada pada tempat kejauhan. Tetapi tatkala kita melempar kerikil atau batu yang menurut perkiraan kita bahwa kerikil atau batu tersebut akan jatuh minimal di tengah danau, apabila kita perhatikan jatuhnya kerikil tersebut, maka seolah-olah kerikil tersebut akan jatuh melengkung kembali ke tebing dan lama-lama akhirnya hilang jatuh entah dimana. Aneh memang, karena itu saking penasarannya dalam dua kali kunjungan saya kesana saya selalu mencoba dan mencoba tetapi hasilnya semakin membuat penasaran karena tidak satu pun kerikil bisa jatuh di tengah danau. Bahkan beberapa teman juga saya suruh untuk mencobanya namun tidak satu pun yang berhasil. Pernah terjadi ada seseorang yang mencoba terjun ke dalam danau tersebut karena dia melihat ada semacam keramaian pesta adat di dasar danau dimana di bawah sana dia melihat banyak sekali orang menari,berpesta dan makanan. Pada lompatan yang pertama dia gagal dan diperingatkan oleh temannya bahwa di bawah hanya ada air dan tidak ada pesta. Tetapi orang tersebut bersikeras bahwa di bawah sedang ada pesta dan dia harus kesana. Akhirnya dia terjun kembali ke dalam danau dan akhirnya dia meninggal tersangkut di tebing karena tidak bisa mencapai danau. Berita ini pun kontan membuat masyarakat geger dan berusa untuk mengevakuasi jenazahnya tetapi tidak berhasil. Bahkan sampai jarak satu minggu dengan dikerahkan Tim SAR dari propinsi NTT tetap tidak berhasil. Setiap kali Tim turun, maka dia akan kesulitan untuk bernafas walaupun sudah mendekati jenazah sehingga dengan terpaksa harus ditarik kembali ke atas dan evakuasi dibatalkan. Yang aneh, pada saat itu sama sekali tidak tercium bau busuk mayat. Dan saya sendiri akhirnya pulang dan tidak pernah tahu sampai sekarang apakah jenazah tersebut dapat dievakuasi atau tetap dibiarkan berada di sana bersama sejuta misteri yang ada.
2 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Maret 2011 (1)
- Januari 2008 (1)
- Oktober 2007 (4)
- Juli 2007 (3)
- Juni 2007 (3)
- Mei 2007 (1)
- April 2007 (1)
- Maret 2007 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
thanks 4 artikel THE LEGEND OF KELIMUTU.I’m so proud 2 read this coz I’m Floreze.many people don’t know about this great lake.even many tourist from others country visit Kelimutu,and see how wonderfull this object,but many Indonesian do not know.u help them 2 know how rich is our country!CONGRATULATION!!
Thanks ya… aku juga ikut bangga. Soalnya tempat itu dekat dengan tanah kelahiranku Watuneso (sekiitar 50 km dari Moni). Smoga semakin banyak yang menikmati karya Tuhan yang maha dasyat itu…